Disampaikan Hari, dulunya Rofik anak yang rajin ke masjid di sekitar rumahnya. Namun belakangan sudah tidak pernah lagi mau ke masjid di dekat rumah. Dan lebih memilih ke masjid di kawasan Kartonanatan.
Sosoknya mulai terlihat berubah, diawali saat kakaknya hendak menikah Rofik melarang keluarganya untuk mengundang organ tunggal atau campur sari untuk hiburan para tamu undangan.
"Namun orang tuanya tetap nekat nanggap (mengundang) Rofik memilih pergi dari rumah selama seminggu. Saat ditemukan ada di Semarang," ungkapnya.
Hari mengaku cukup terkejut saat mengetahui terduga pelaku percobaan bom bunuh diri di pospam tugu Kartosuro itu ternyata dilakukan oleh anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Muhtadi dan Sukinem.