“Terus ini juga bahan bomnya itu low explosive, yang enggak kuat,” terangnya.
Lebih lanjut, Al Chaidar pun mengungkapkan kalau salah satu tanda kuat pelaku terdoktrin cepat adalah pemilihan kota untuk melakukan bom bunuh diri. Ia menilai pemilihan kota kecil seperti Kartosuro bukan menjadi kebiasaan dari jaringan mereka.
Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri di Pospam Tugu Kartosuro Dikenal Pendiam
“Pilihan kotanya juga kota yang kecil, Kartosuro. Itu sama sekali enggak sesuai dengan kebiasaan mereka. Biasanya itu kan di kota-kota besar,” ungkap Al Chaidar.
“Artinya dia didoktrinasi secara cepat, jadi banyak kesalahannya lah, atau pun dia dalam proses doktronasi itu terlalu menggebu-gebu ingin cepat-cepat melakukan aksinya. Jadi kemudian ditantanglah,” tutupnya.
(Fakhri Rezy)