JAKARTA - Polri menyatakan bahwa Surat Tanda Nomor Kendaraan Dinas) (STNKD) dan plat nomor dari mobil Fortuner yang ditilang di Puncak adalah asli. Namun, pengadara bernama Kevin Kosasih memang disebut telah melakukan penyalahgunaan.
"Jadi tidak palsu, itu asli. Jadi kalau anggota dewan memakai plat dinas itu dari polri, begitu juga menteri menggunakan plat dinas itu dari polri. Itu peruntukannya untuk pengawalan VVIP tetapi disalahgunakan, bukan untuk pengawalan VIP lagi," kata Dedi, Jakarta, Rabu (5/6/2019).
Menurut Dedi, dengan adanya kejadian tersebut, Staf Logistik (Slog) Polri akan menertibkan penggunaan STNKD. Hal ini dilakukan agar apa yang terjadi seperti yang dilakukan Kevin tidak kembali terjadi di kemudian hari.
"Pak Aslog sekarang sedang berupaya untuk menertibkan Peraturan Kapolri tentang tata cara penerbitan plat nomor dan STNK dinas," ucap Dedi.
Atas perbuatannya itu, Kevin lantas ditindak dengan Undang-Undang Lalu Lintas karena tidak ada penjeratan dengan pasal pidana. Sebabnya, tidak ada pasal terkait penyalahgunaan STNKD.
"Kalau penyalahgunaan tidak ada pasal pidananya, yang dilanggar hanya pasal lalu lintas saja itu. Sudah mau apa lagi sudah ditilang, sudah disita STNK, BPKB nya,"tutur Dedi.
Media Sosial (Medsos) sedang ramai memperbincangkan soal adanya mobil Fortuner berplat nomor Polri yang ditilang Satlantas Polres Bogor di Puncak. Kejadian itu menjadi pergunjingan lantaran kendaraan itu belakangan diketahui merupakan milik pribadi bukan kedinasan dari Korps Bhayangkara.
Dalam video singkat itu, polisi memberhentikan mobil Fortuner itu ketika melintas di daerah Puncak. Pengendara pun terlihat sedang bersama dengan seorang perempuan.
(Baca Juga: Pengendara Fortuner dengan Pelat Dinas Polri Ternyata Pelajar)
Setelah diberhentikan dan dilakukan pemeriksaan, tiba-tiba polisi dihampiri oleh tiga orang. Mereka langsung menghampiri petugas yang sedang menjalankan tugasnya itu.
Tidak terlalu jelas apa yang diperbincangkan ketiga orang itu dan polisi. Namun, salah satunya langsung menghampiri dengan mencari Komandan dari petugas Satlantas Polres Bogor tersebut.
"Mana komandannya, mana," kata salah seorang pria di dalam video tersebut.
(Angkasa Yudhistira)