Sebagian besar dari mereka, sekitar 57 persen, mengatakan mereka menyalahkan para politisi dan staf mereka atas adanya berita dan informasi palsu itu.
Jumlah itu jauh lebih banyak daripada mereka yang menyalahkan media, yaitu sebanyak 36 persen. Sebanyak 53 persen menyalahkan para aktivis.
Tetapi kebanyakan dari mereka juga percaya bahwa wartawan, bukan politisi, bertanggung jawab memperbaiki masalah itu.
Sekitar 53 persen mengatakan tanggung jawab memperbaiki krisis berita palsu ada pada wartawan, tetapi mengatakan masyarakat sendiri yang paling bertanggung jawab untuk menguranginya.
Dari 52 persen orang Amerika yang mengatakan mereka sendiri telah menyebar berita palsu, sebagian besar mengaku ketika menyebar berita itu, mereka tidak tahu bahwa itu berita palsu.
(Rachmat Fahzry)