"Bahwa betul adanya pembongkaran kuburan dan ada 4 yang dibongkar paksa lantaran adanya perselisihan simpang siur antara oknum caleg dan kerabat jazad yang dibongkar," kata Darul kepada wartawan, Rabu 12 Juni 2019.
Diketahui, Caleg itu bernama Burhan Talli dari Partai Gerindra Kabupaten Takalar. Ia mendatangi rumah kerabatnya dan meminta agar empat jasad yang ada di makam itu dipindahkan.
Empat makam itu kemudian dibongkar dan jasad pindahkan, lantaran diduga imbas dari tidak lolosnya Burhan pada Pileg bulan lalu.
Keluarga Jasad, Abdul Rauf Daeng Ngampa, mengatakan oknum caleg dari partai Gerindra itu marah lantaran tak didukung pemilu kemarin. Sehingga kata dia, dirinya diminta agar makam yang ada dipemakaman milik oknum Caleg, serta 4 kuburan itu harus dibongkar.
"Saya sungguh kecewa berat dan sakit (hati), namun apa daya kami harus gali dan pindahkan jasad tersebut ke tempat lain," ungkapnya.
Menurut Rusli, orang yang sudah meninggal ikut menjadi korban karena hanya persoalan beda pilihan.