Hasto menerangkan, setelah bangsa-bangsa di Asia-Afrika dan Amerika Latin merdeka, Bung Karno berpandangan bahwa negara-negara yang baru merdeka tersebut akan berhadapan dengan dunia yang terbagi menjadi dua blok, Blok Barat dengan pimpinan Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin Uni Soviet.
"Keduanya mengandung benih-benih imperialisme, maka Bung Karno karena konsistensinya melawan kapitalisme dan imperialisme, lalu menggagas lahirnya Gerakan Non-Blok di Beograd, Yugoslavia, yang sudah menerapkan sosialisme ala Eropa. GNB berpihak pada perdamaian dunia. Itulah kepeloporan Indonesia membangun persaudaraan dunia," ucapnya.
Hasto menuturkan, kini PDIP juga percaya bahwa Jokowi terus mengambil semangat juang Bung Karno, juga kepemimpinan Megawati Soekarnoputri, yang kukuh dalam prinsip, berkomitmen pada tata pemerintahan yang baik dengan the dream cabinet-nya yang mampu menyelesaikan berbagai krisis.
(Baca juga: Peristiwa 21 Juni: Jokowi Lahir, Soekarno Wafat, hingga Pemberedelan Pers)