“Kami sejak lama ingin Kota Lama menjadi bagus. Sejak Perda No 8/2003, kita ingin menjadi Kota Lama menjadi kelas dunia. Kita juga mendatangkan banyak konsultan untuk memolesnya. Pada 2017, kita ajukan anggaran ke Kemen PUPR untuk direvitalisasi. Kawasan ini jadi bebas kabel dan ada street furniture,” paparnya.
Hevearita berharap dukungan Menpar untuk menjadikan kawasan Kota Lama menjadi World Heritage City.
“Kita butuh banyak support untuk mendukung Kota Lama mendapatkan status world heritage. Kita membutuhkan investor atau dukungan BUMN. Kita membutuhkan juga dukungan untuk mengelola SDM dan manajemen. Agar kita bisa mendapat status world heritage city," pungkasnya.
(Risna Nur Rahayu)