Imbas Kekeringan, 104.166 Jiwa Kesulitan Air Bersih

krjogja.com, Jurnalis
Rabu 26 Juni 2019 11:26 WIB
Air Bersih (Okezone)
Share :

GUNUNGKIDUL - Ratusan telaga yang selama ini menjadi tumpuan harapan masyarakat Kabupaten Gunungkidul DIY dalam mendapatkan air bersih, sudah mulai mengering bahkan sebagian besar sudah dalam kondisi kering kerontang pada musim kemarau ini. Sebanyak 104.166 jiwa warga Gunungkidul pun kesulitan mendapatkan air bersih.

Wito Mayo (70) duduk tercenung. Telaga Prigi di depan rumahnya tidak lagi menyisakan air setetes pun. Telaga yang biasanya menyimpan air melimpah, kini tinggal menyisakan tanah merekah. Tak ada lagi orang mencuci pakaian di pinggir telaga, tak ada sapi yang biasanya memanfaatkan sisa-sisa air untuk minum. Bahkan, aliran air dari sumber air Goa Bribin, Kecamatan Semanu, yang menjadi andalan penduduk, sudah seminggu tidak mengalir. Bak penampungan kecil miliknya sudah kering. Untuk membeli air dari pedagang swasta harus merogoh kocek Rp 130.000 pertangki.

 Baca juga: Kekeringan Melanda 10 Kecamatan di Gunungkidul DIY

"Sudah tiga bulan ini tidak ada hujan kiriman, biasanya bulan Juni seperti sekarang masih ada hujan meski tidak banyak," kata Wito yang ditemui KR di Telaga Prigi, Desa Sidoarjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (25/6).

Kekeringan tahun 2019 ini memang lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edi Basuki SH MSi

dalam rapat koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan mendapatkan informasi, hanya empat kecamatan dari 18 kecamatan di Gunungkidul yang aman dari ancaman kekeringan. Masing-masing Kecamatan Karangmojo, Wonosari, Playen dan Saptosari. Sedangkan 14 kecamatan lainnya, sebagian besar sudah mengajukan jadwal permintaan air.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya