Merespons dukungan tersebut, Bamsoet menyatakan kesiapannya maju menjadi Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024. Ia berterimakasih atas dukungan dan apresiasi yang diberikan Syamsul Arifin, yang juga seniornya di FKPPI dan KNPI, maupun berbagai pengurus DPD kabupaten/kota dan provinsi yang sejak beberapa minggu terakhir ini datang silih berganti memberikan dukungan.
"Sama halnya seperti yang disampaikan oleh Bang Syamsul, pengurus DPD kabupaten/kota dan provinsi juga menginginkan pembaharuan di Partai Golkar. Semangat perubahan yang tak terbendung ini harus dilihat positif, tak perlu ada yang tersinggung atau kebakaran jenggot," tutur Bamsoet.
Mengenai rencana penyelenggaraan Munas, Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar ini menyampaikan bahwa keputusannya berada di Rapat Pleno yang kemudian dilanjutkan pada Rapat Pimpinan Nasional. Baru kemudian ditentukan jadwal Musyawarah Nasional adalah Januari - Desember 2019.
"Kapan waktu pastinya, semua tergantung hasil Rapat Pleno dan Rapat Pimpinan Nasional, bukan keputusan perorangan. Semua mekanisme harus dikembalikan kepada AD/ART sebagai konstitusi partai. Sejak dahulu Partai Golkar selalu mengedepankan musyawarah untuk mufakat, jangan sampai tradisi tersebut hilang digantikan oleh sikap otoriter dari segelintir orang," ujar Bamsoet.
(Angkasa Yudhistira)