JAKARTA - Ketua Umum Baladhika Karya, Nofel Saleh Hilabi, mengatakan dukungan dari akar rumput kepada Bambang Soesatyo (Bamsoet) untuk mencalonkan diri menjadi Ketua Umum Partai Golkar periode mendatang mengalir deras tanpa paksaan.
Hal tersebut dikatakan Nofel untuk membantah tudingan Plt Ketua DPD Golkar DKI Rizal Mallarangeng yang menyebut Bamsoet mengintimidasi kader demi mencari dukungan.
"Buat apa pak Bamsoet mengintimidasi demi dukungan Golkar DKI Jakarta? Dukungan dari daerah justru mengalir deras tanpa paksaan," ucap Nofel dalam keterangan pers tertulisnya, Rabu (3/7/2019).
Baca Juga: Hasil Pemilu 2019 Jadi Batu Loncatan Partai Golkar
Nofel berujar, Bamsoet belum menyatakan secara terbuka akan mengajukan diri sebagai calon ketua umum (Caketum) di Munas Golkar 2019.
"Pak Bamsoet sendiri belum deklarasi, kenapa harus terburu-buru kumpulkan dukungan dengan intimidasi? Semua kader akar rumput pemilik hak suara justru menyatakan dukungan ikhlas tanpa pamrih" ucapnya.
Nofel menuturkan, Bamsoet tidak memiliki karakter suka mengintimidasi sebagaimana dituduhkan Rizal. Bamsoet, lanjut dia, selalu mengedepankan diskusi dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.
"Lagi pula pak Bamsoet tak pegang kekuasaan di DPP, bagaimana bisa melakukan intimidasi?" tandas dia.
Nofel meminta Rizal tidak menyerang pribadi Bamsoet menjelang Munas Golkar. Dia meminta Rizal fokus pada evaluasi perolehan suara partai di DKI pada Pemilu 2019 ini.
"Jangan-jangan sibuk urusi orang lain. Golkar DKI harus kehilangan dua kursi DPR dan tiga kursi DPRD. Target 20 kursi DPRD jauh api dari panggang," tukasnya.
Diwartakan sebelumnya, Plt Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Rizal Mallarangeng membantah mengancam para kader untuk mencabut dukungan ke Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai caketum Partai Golkar. Pencabutan dukungan murni atas inisiatif kader yang merasa "dijebak" oleh Bamsoet.
"Tidak ada ancaman, pencabutan dukungan terhadap Bamsoet dilakukan secara sukarela oleh para kader. Justru sebaliknya saya menyayangkan sikap Bamsoet yang mencari dukungan dengan cara mengintimidasi," ujar Rizal dalam keterangannya di Jakarta, Selasa 2 Juli 2019.
(Khafid Mardiyansyah)