“Kebetulan banyak pemikir, banyak konsep yang telah dilahirkan bahwa untuk memenangkan abad 21 ini kita harus menumbuhkan, membangun 4C atau 4K, 4 kompetensi. K yang pertama, berpikir kritis. K yang kedua, berkolaborasi. K yang ketiga, berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan. Dan K yang keempat itu kreativitas. 4K ini kita harus membimbing anak didik kita, memberikan kompetensi itu supaya mereka dapat bertahan di abad 21,” urai Harris.
Kesuksesan di abad 21 kuncinya dapat diraih sejalan dengan tema Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Tingkat Nasional Tahun 2019 yaitu “Penguatan Pendidikan Karakter GTK PAUD dan Dikmas melalui Karya Nyata”.
“Jadi 4K itu belum menjamin kesuksesan, itu baru bisa bertahan. Supaya bisa memenangkan abad 21 ada 1K lagi yang juga sangat penting dari semua itu, yaitu karakter. Kualitas karakter, kebetulan di sini juga motonya sama dalam kegiatan ini,” tuturnya.
Oleh karena itu kata dia, selain meningkatkan kompetensi anak didik dalam critical thinking, tentu untuk memecahkan berbagai masalah, problem solving. Juga kualitas karakter yang mumpuni. Jadi karakter di sini bukan sekadar karakter moral, cinta tanah air, bertakwa kepada Tuhan, peduli sesama, tetapi ada karakter yang sering kali kita lupakan yakni karakter kinerja.
“Ketekunan, etos kerja, bergotong royong, bekerja sama, produktivitas, ini yang sering kita lupakan, itu yang harus kita asah pada anak didik kita. Di samping tentu saja 4K atau 4C,”tutup Dirjen PAUD dan Dikmas, Harris Iskandar.
(Fahmi Firdaus )