Heboh KTP Prabowo-Sandi, Penggagas Sebut Sudah Diajukan ke BPN Tapi Ditolak

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis
Kamis 04 Juli 2019 17:57 WIB
KTP Prabowo-Sandi.
Share :

BOGOR - Belakangan ini, ramai ajakan di media sosial kepada warga untuk membuat Kartu Tanda Pendukung Prabowo-Sandi (KTP-PS). Bahkan, terdapat tiga jenis kartu yang ditawarkan yakni reguler, gold dan platinum dengan harga pembuatan kartu yang berbeda-beda.

Lalu apa sebenarnya kartu tersebut?

Penggagas sekaligus Ketua Umum KTP-PS, Yudi Cahya Prawira mengatakan, pembuatan KTP-PS awalnya bertujuan sebagai identitas relawan untuk pelaporan kecurangan Pemilu 2019.

"Mulanya sebagai akses laporan kecurangan pemilu untuk relawan, ada dua seri (regular dan gold) saja. Kenapa jenis kartu? Supaya masyarakat punya kebanggaan, kalau spanduk, bikin baju itu sudah biasa ya, jadi kita buat beda, bikin kartu supaya beda juga bisa bawa-bawa," kata Yudi, Kamis (4/7/2019).

Sejak diproduksi Oktober 2018 hingga sekarang, KTP Prabowo-Sandi sudah dicetak hampir 10 ribu keping dan tersebar ke seluruh Indonesia. Jumlah itu masih terbilang sedikit dibanding dengan jumlah pendaftar yang mencapai 120 ribu orang.

"Kita enggak bisa ambil semua karena keterbatasan. Buka pendaftaran lewat WhatsApp juga sudah diblokir, karena dianggap spam. Soalnya dalam satu jam itu yang daftar sampai 1.500," ungkap Yudi.

Yudi menjelaskan, ketiga jenis kartu tersebut memiliki sedikit perbedaan, namun fungsinya sama yakni sebagai identitas bagi pendukung Prabowo-Sandi. Untuk kartu reguler tidak ada foto Prabowo-Sandi, sedangkan gold dan platinum ada foto dan sertifikat.

"Nah kalau platinum awalnya sewaktu quick count kita bingung saat KPU memenangkan 01. Lalu muncullah kartu platinum 2019-2024, sebenernya untuk support mas. Maksdnya jangan kalah gas gitulah. Kemudian kita taruh pengumuman 10 Juli kita terakhir (produksi), nah mulai viral dari situ," ujarnya.

"Bikinnya di sekretariat relawan ada sekitar 20 orang. Kantor kita dekat kok dengan kediaman Pak prabowo ya sekitar 1 kilometeran-lah. Kalau rumah Pak Prabowo kan di atas, kita di bawahnya" ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya