Sepak terjang Menteri jebolan Telematika University of Surrey itu menginspirasi banyak kepala daerah. Banyak pejabat struktural, maupun kalangan swasta yang mencontohnya. Apa yang akan dilakukan Menpar, selalu mendapat respons positif dari publik.
Berkat kinerjanya pariwisata tumbuh menjadi sektor yang seksi. Sektor yang terus melompat jauh. Pertumbuhan pariwisata Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mencapai 25,68 persen, sedangkan kawasan ASEAN hanya tumbuh 7 persen dan di dunia hanya 6 persen.
Capaian ini membuat sektor pariwisata menjadi sektor penghasil devisa yang mumpuni. Devisa yang dihasilkan pariwisata di tahun 2018 sebesar USD19,6 Miliar. Mengacu data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), Kamis (4/7) wisman memiliki rata-rata spending USD1.240,22 selama berada di Indonesia. Sedangkan arus wisman masuk sebesar 15,81 Juta wisman. Dengan torehan tersebut, pariwisata mendekati target devisa tahun 2019.
"Saya terapkan WIN Way, Wonderful Indonedia Way! Jurusnya 3S. Ini untuk membangun budaya kerja atau corporate culture Kemenpar, yakni Solid, Speed, Smart. Tanpa itu kita tak mungkin menjadi pemenang. Ingat pariwisata telah ditetapkan sebagai core ekonomi bangsa oleh Presiden Joko Widodo. Kalau kita tidak sungguh-sunguh hal ini tidak mungkin tercapai," ucap Arief.
(Risna Nur Rahayu)