Duterte Tantang AS Kirim Kapal ke Laut China Selatan dan Umumkan Perang dengan Beijing

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 09 Juli 2019 13:10 WIB
USS Abraham Lincoln. (Foto: Reuters).
Share :

MANILA – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengatakan bahwa jika Amerika Serikat (AS) ingin Filipina berperang dengan China, maka Washington harus datang terlebih dahulu ke Laut China Selatan dan melepaskan tembakan pertama. Komentar itu disampaikan Duterte yang menuduh AS menggunakan sekutu-sekutunya sebagai “umpan” bagi Beijing.

"Selalu ada Amerika yang mendorong kita, menghasut kita... membuatkan saya jadi umpan. Menurut Anda apa orang Filipina itu, cacing tanah?” kata Duterte dalam pidatonya di Provinsi Leyte pada Jumat, 5 Juli sebagaimana dilansir RT, Selasa (9/7/2019).

“Sekarang saya katakan, bawa pesawat Anda, kapal Anda ke Laut China Selatan. Lepaskan tembakan pertama dan kami ada di sini, di belakang Anda. Silakan, mari kita berperang," tambahnya. "Apakah Anda ingin masalah? Oke, mari kita lakukan."

Pernyataan itu muncul di saat Manila berada di antara tuntutan AS untuk memasang postur yang lebih keras terhadap China dan ekspansi maritim Beijing di Laut China Selatan, khususnya pulau-pulau yang diklaim Filipina sebagai milik mereka.

Duterte mengatakan bahwa AS tahu mengenai pembangunan pulau buatan oleh China di Laut China Selatan, dan menekankan bahwa Washington memiliki Armada Ketujuh Angkatan Laut yang berbasis di Jepang.

“Mengapa mereka tidak mengirimnya ke Spratly dan berkata, 'Hai, kamu tidak seharusnya membangun pulau buatan di laut lepas, yang sebenarnya dilarang oleh hukum internasional dan faktanya kamu membangunnya di dalam zona ekonomi eksklusif dari teman kita, orang Filipina? ” tanya Duterte.

"Mereka meninggalkan mereka (China) untuk membangunnya, sekarang semuanya ada di sana. Semua senjata ada di sana, semua rudal dipasang. ”

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya