Ditahan Pemerintah Tiongkok, Istri Kapten Juliantono Terisak Menanti Kabar Suaminya

Wijayakusuma, Jurnalis
Selasa 16 Juli 2019 22:32 WIB
Istri Kapten Juliantono, Rosida Terisak Menanti Kabar Suami yang Ditahan Kepolisian Tiongkok karena Diduga Bawa Barang Ilegal (foto: Wijayakusuma/Okezone)
Share :

BEKASI - Kesedihan menyelimuti kediaman keluarga Juliantono Ginting, kapten kapal Heng Smooth di Perumahan Puri Pesona, Jatiranggon, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat. Sudah 4 bulan terakhir Juliantono ditahan oleh pihak berwenang Tiongkok lantaran kedapatan membawa barang ilegal.

Sang istri, Rosida (31) beserta pihak keluarga sangat terpukul atas penahanan Juliantono. Rosida bahkan mengaku tak bisa mengetahui kondisi terkini Juliantono, dikarenakan tak bisa lagi berkomunikasi. Komunikasi terakhir disebutkan terjadi pada 5 April 2019 lalu.

 

Ironisnya, PT Armada Maritim Nusantara selaku agen yang memberangkatkan Juliantono, seolah lepas tangan dan tak menggubris tuntutan pihak keluarga untuk pertanggungjawaban. Pihak keluarga hanya berharap campur tangan pemerintah dalam upaya pembebasan Juliantono.

"Saya kurang tahu apa penyebabnya bisa ditahan, kasus apa juga saya nggak tahu. Yang saya tahu saya dapat surat dari negeri Cina. (Dari KBRI di Tiongkok) belum ada info apa-apa, itu yang saya sesalkan. Saya pernah datang ke kantor agennya, mereka bilang lagi diurus, nggak ada masalah serius, masalah biasa aja gitu," kata Rosida di kediamannya, Selasa (16/7/2019).

Sambil berurai air mata, Rosida bercerita bahwa sang suami baru bekerja sejak awal Maret 2019, sebelum akhirnya ditahan pemerintah Tiongkok lantaran membawa muatan ceker ayam ilegal di kapal milik perusahaan Taiwan yang dinahkodainya.

"Ditahan sejak bulan April. Dia berangkat tanggal 1 Maret menuju Taiwan. Tanggal 2 dia sempat ngabarin sudah sampai di Taiwan. Video call juga sama anak-anak," ujarnya lirih.

 

Hingga kini Rosida tak pernah mendapat kabar apapun perihal keberadaan maupun kondisi sang suami. Ia berharap pemerintah dapat terlibat dalam upaya pembebasan Juliantono yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.

"Saya akan berjuang, menuntut secara hukum semua yang terkait, karena mereka tidak ada info apa-apa ke saya. Saya wajib tahu keadaan suami saya disana bagaimana. Apakah dia sehat, apakah masih hidup atau sudah mati, saya tidak tahu," keluhnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya