"Ada 446 titik desa yang rawan di wilayah Trenggalek, Pacitan, Bojonegoro, dan Pasuruan," tuturnya.
Heru juga melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo untuk mengantisipasi kekeringan dengan menyalurkan aliran air ke bendungan dan waduk di daerah-daerah yang terdekat.
"Yang pertama kita bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, untuk menyalurkan air bendungan ke daerah-daerah yang dekat. Kedua kita cari sumber-sumber air yang bisa dimanfaatkan, yang ketiga bantuan air," tuturnya.
Baca Juga : Lebih dari 12 Ribu KK di Jabar Kesulitan Air Bersih