Guna Menjaring Wisman, Frekuensi Penerbangan Kuala Lumpur-Banyuwangi Bakal Ditambah

, Jurnalis
Rabu 17 Juli 2019 18:12 WIB
Foto: dok.Humas Kemenpar
Share :

BANYUWANGI – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyambut baik rencana penambahan frekuensi penerbangan Citilink rute Kuala Lumpur-Banyuwangi. Bahkan, masalah ini dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Aston Banyuwangi, pada Selasa16 Juli 2019.

Rencananya penerbangan internasional Citilink Kuala Lumpur-Banyuwangi akan ditingkatkan dari 1 kali per minggu menjadi 2 kali per minggu. Penambahan ini mulai efektif 1 Agustus 2019.

Lebih lanjut FGD menghadirkan narasumber dari maskapai Citilink, Pemkab Banyuwangi, ASITA, PHRI, VITO Malaysia, dan dari Kemenpar sendiri.

Peserta yang dilibatkan cukup beragam, baik dari kalangan pemerintah pusat dan daerah maupun stakeholders industri terkait dari wilayah Jawa Timur khususnya Banyuwangi.

Dalam FGD, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memaparkan strategi dan rencana pengembangan destinasi Banyuwangi ke depan, termasuk pengembangan infrastruktur dan amenitasnya.

"Saya gembira dengan langkah Kemenpar mengadakan event ini. Diharapkan kunjungan wisatawan mancanagera khususnya dari hub Kuala Lumpur Malaysia dapat meningkat secara signifikan," ujar Anas.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan, tujuan diadakannya FGD ini untuk memberikan pandangan kepada pelaku industri pariwisata terkait mekanisme pembuatan paket Hot Deals Banyuwangi.

"Industri diarahkan untuk berkolaborasi membuat paket yang sangat kompetitif. Tujuannya menarik wisata mancanegara (wisman) untuk berkunjung ke destinasi-destinasi di Banyuwangi," ujar Rizki didampingi Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung.

Dikatakannya, Banyuwangi terbilang lengkap dari sisi atraksi dan amenitas. "Destinasinya pun komplit, mulai dari underwater, landscape seperti savana, hingga gunung pun ada," tambahnya.

Citilink juga mengabarkan bahwa maskapai tersebut sudah mendapatkan slot di bandara I Gusti Ngurah Rai untuk rute Banyuwangi-Denpasar. Ini semakin menambah lengkapnya pilihan paket wisata yang akan dibuat oleh para travel agent dan menarik bagi wisatawan untuk mencoba paket Banyuwangi dan Bali.

Sementara itu Adella Raung menambahkan, saat ini Citilink juga sudah memiliki rute pulang pergi Banyuwangi-Cengkareng, Banyuwangi-Surabaya dan Banyuwangi-Manado. Sehingga sebagai destinasi, Banyuwangi bisa berperan sebagai End Destination, Twin Destination (Banyuwangi-Bali) dan bagian dari WI journey.

"Namun perlu memperbaiki strategi promosi rute ini di Malaysia agar lebih efektif menjaring wisman. Karena sejauh ini rute BWX-KUL pp lebih banyak terisi oleh wisnas. Untuk itu Citilink, Kemenpar dibantu VITO Malaysia segera akan menyiapkan program marketingnya," ungkap Adella.

Adella mengungkapkan, Kadispar Banyuwangi juga segera akan memimpin workshop bersama seluruh pelaku industri pariwisata Banyuwangi. Workshop untuk menghasilkan paket Hot Deals yang kompetitif.

Sementara ASITA Pusat akan bekerjasama dengan Tourism Board Malaysia untuk menunjuk 10 TA/TO di Malaysia sebagai business partner yang akan menjual paket/tiket Banyuwangi. Sedangkan VITO Malaysia diminta membantu memfasilitasi komunikasi dengan stakeholders pariwisata di Malaysia (KL).

"Semua stakeholder dilibatkan, baik akademisi, bisnis atau industri pariwisata, government, community dan media untuk mencari peluang pasar," kata Adella.

Sedangkan Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai peningkatan frekuensi rute internasional Kuala Lumpur-Banyuwangi menjadi bukti komitmen Citilink Indonesia dalam membantu pengembangan pariwisata Indonesia.

"Hal ini diharapkan mampu mempercepat proses go International Banyuwangi. Khususnya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia," katanya.

Menurut Arief Yahya, Banyuwangi memiliki potensi pariwisata yang luar biasa untuk dikembangkan. Contohnya Kawah Ijen yang identik dengan blue fire, Taman Nasional Baluran, dan Pantai G-Land yang banyak diminati wisman.

"Terima kasih Citilink yang turut berkontribusi aktif dalam program Pemerintah Indonesia untuk mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019,” pungkas Menpar Arief Yahya.

(Abu Sahma Pane)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya