Sementara pada tantangan saat ini, meski sel-sel komunisme masih hidup, ada gangguan ideologi baru dari konsep khilafah. Menurut Indra, Golkar tidak mampu menjadi benteng Pancasila dalam melawan khilafah terutama saat kontestasi Pilgub DKI 2017 dan semakin memanas pada Pilpres 2019.
"Dalam kaitan ini saya melihat Golkar tidak menunjukkan kekhawatiran terhadap perkembangan khilafah ini, di mana seharusnya Golkar yang paling depan mewaspadai bahkan melawannya," tutur Indra.
Indra melanjutkan, Golkar hari ini semakin terpuruk. Konflik di internal Golkar semakin meruncing disebabkan persaingan kekuasaan. Suasana malahan menjadi pragmatis, meninggalkan idealisme.
Baca Juga : Golkar Ajukan Perombakan Struktur DPP ke Kemenkumham