3 Destinasi Wisata Banggai yang Belum Banyak Dieksplor

, Jurnalis
Kamis 25 Juli 2019 17:17 WIB
Foto: dok.Humas Kemenpar
Share :

BANGGAI -Festival Pulo Dua 2019 bakal digelar di Kabupaten Banggai pada 25 Juli 2019. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan even ini berpotensi membuat pengunjung melirik destinasi di sekitarnya.

Banggai sendiri memang dikenal memiliki banyak destinasi wisata alam. Tiga di antaranya belum banyak dieksplor, yaitu Air Terjun Salodik, Gurun Savana Lenyek, dan Hutan Sejuta Pinus.

Air Terjun Salodik

Air terjun di wilayah Banggai sendiri sebenarnya cukup banyak. Namun air terjun Salodiklah yang cukup banyak dikunjungi pelancong lantaran lokasinya yang tak jauh dari jalan raya. Dengan berkendara menyusuri jalan yang berkelok-kelok dan di kelilingi perbukitan menjulang, traveler dijamin bakal terpuaskan dengan pemandangan alamnya, sebelum singgah di Air Terjun Salodik.

Keistimewaan Air Terjun Salodik adalah memiliki bentuk bertingkat dan tampak seperti seluncuran. Pantaslah jika Air Terjun Salodik memiliki julukan sepotong surga di ujung kota karena keindahannya memang mengagumkan. Kamu bisa melihat undakan kecil sehingga terlihat bertingkat. Belum lagi alirannya yang sangat lembut. Di beberapa titik, airnya bahkan memiliki warna kehijauan.

Sejuknya udara dapat dirasakan di tempat ini tak lain karena rimbunnya pepohonan di sekelilingnya. Pengunjung dapat bersantai dan berendam di Air Terjun Salodik ini dengan aman. Jarak dari pusat Kota Luwuk sebagai Ibu Kota Banggai pun tak terlalu jauh, hanya sekitar 20 kilometer ke utara.

Padang Savana Lenyek

Padang Savana Lenyek terletak di Desa Lenyek, Kecamatan Luwuk Utara. Padang savana seluas 98 hektar ini belum banyak tereksplore sehingga masih tampak alami dan belum begitu banyak turis asing yang datang. "Kami sedang berusaha mengeksplore-nya agar wisatawan mancanegara (wisman) bisa banyak berdatangan. Meski begitu dalam pengembangannya ke depan kami tetap akan menjaga kelestariannya karena memang yang dijual di sini kan alamnya. Jadi kami tentunya akan menjaga dengan baik," kata Kepala Desa Lenyek, Iwan, Rabu (24/7/2019).

Perjalanan ke Desa Lenyek dari kota Luwuk memakan waktu sekitar satu jam naik mobil. Di Lenyek, traveler bisa menjelajahi Padang Savana di kaki pegunungan yang cantik. Dengan background pegunungan dan bukit-bukit hijau sepanjang mata memandang, kita dijamin terpuaskan akan keindahannya. Rerumputan hijau laksana permadani dengan pemandangan sapi-sapi yang sedang merumput dan suasana yang tenang, membuat liburan di sini begitu menyenangkan.

Padang Savana ini memang belum begitu ramai dikunjungi wisatawan sehingga bisa lebih puas menjelajahinya. Traveler juga bisa hunting foto di sini. Berbagai sisinya memang terlihat begitu instagramble. "Ke depan nanti kami rencanakan untuk mendirikan saung-saung agar pengunjung bisa bersantai minum-minum kopi sambil menikmati pemandangan alamnya," kata Iwan.

Selain itu, kencangnya angin pada Agustus hingga Oktober membuat kawasan ini dianggap cocok sebagai tempat berolahraga paralayang. Mengambil start dari bukit yang menjulang, paralayang bisa terbang di atas padang rumput sambil menikmati pemandangan. "Memang kami belum mencobanya, tapi sebagian orang mengatakan demikian. Bagi kami ini patut dicoba," kata Iwan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya