Kementan-Pemkab Ngada Siap Kerjasama Tingkatkan Hasil Produksi Kopi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Kamis 25 Juli 2019 23:13 WIB
Bupati Ngada Paulus Soliwoa dan Dirjen Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono (Foto: Dimas Andhika/Okezone)
Share :

"Kopi Arabika Bajawa Flores itu sudah populer dan terkenal di luar negeri. Hal ini menandakan bahwa Kabupaten Ngada memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan industri pertaniannya, terutama kopi," tutur Kasdi Subagyono.

Kasdi menambahkan, Kementerian Pertanian siap melakukan kerjasama dan berkolaborasi dengan Pemkab Ngada untuk mengembangkan potensi tersebut. Apalagi, kopi menjadi salah satu komiditi utama yang masuk dalam program Kementan.

Saat ini, Kementan tengah menggalakkan program BUN 500 yaitu penyiapan 500 juta batang benih unggul perkebunan dalam 5 tahun ke depan. Tujuan dari program tersebut adalah untuk meningkatkan produktivitas petani, sehingga jumlah dan kualitas produk yang dihasilkan menjadi lebih banyak dan baik.

"Peremajaan atau replanting tersebut adalah upaya jangka panjang untuk meningkatkan pendapatan petani. Karena menurut data yang kami terima, saat ini rata-rata jumlah produksi kopi baru menyentuh angka 0.78 ton per hektar. Bahkan, ada yang 0.3 ton per hektar. Ini sangat memprihatinkan," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Paulus Soliwoa menyambut baik ide kerjasama yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian. Menurutnya, saat ini, Kabupaten Ngada memang membutuhkan bantuan yang bersifat jangka panjang.

Hal ini tidak terlepas dari masih banyaknya lahan pertanian yang masih belum dimaksimalkan. Setidaknya ada 3 kecamatan yang hingga saat ini belum difungsikan secara maksimal. Mulai dari Kecamatan Golewa dengan luas lahan mencapai 1.250 hektare, Kecamatan Golewa Barat 3.500 hektare, dan Kecamatan Bajawa 1.097 hektare.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya