Kisah Haru Lepasnya Rantai di Leher Kenaya, Anak Orangutan yang Dipelihara Ilegal

Ade Putra, Jurnalis
Kamis 25 Juli 2019 21:28 WIB
Kenaya akhirnya bebas dari rantai yang membelenggunya (Foto: IAR Indonesia)
Share :

Selama masa ini, Kenaya akan menjalani pemeriksaan secara detail oleh tim medis IAR Indonesia. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan Kenaya tidak membawa penyakit berbahaya yang bisa menular ke orangutan lainnya di pusat rehabilitasi IAR Indonesia.

Karmele mengatakan, walaupun pemeliharaan orangutan merupakan pelanggaran hukum, kasus pemeliharaan orangutan masih dianggap hal yang biasa di Kabupaten Ketapang. Terutama di daerah-daerah yang jauh dari pusat kota.

Padahal, pada kasus pemeliharaan bayi orangutan, hampir dapat dipastikan bahwa induk orangutan dibunuh untuk mendapatkan anaknya. Karena normalnya, bayi orangutan akan tinggal bersama induknya sampai usia 6-8 tahun. Selama anaknya belum berusia cukup untuk hidup mandiri, induk orangutan akan selalu menjaga anaknya.

“Kita bisa melihat perubahan yang sangat positif di masyarakat Ketapang. Karena jumlah orangutan yang dipelihara semakin sedikit karena masyarakat di Ketapang semakin paham dan mengerti mengenai pentingnya perlindungan orangutan," kata dia.

Makanya, dia sangat mengapresiasi peran dari masyarakat dalam melaporkan keberadaan orangutan yang menjadi satwa yang diperdagangkan dan dipelihara secara ilegal.

Sementara itu, Sadtata Noor Adirahmanta, Kepala Balai KSDA Kalbar menambahkan, masih seringnya dijumpai pemeliharaan orangutan oleh masyarakat dan gangguan terhadap habitatnya harus menjadi peringatan bagi para pejuang konservasi.

"Bahwa ternyata mindset masyarakat terhadap perlindungan tanaman dan satwa liar(TSL) dilindungi belum terbentuk secara memadai," ujar dia.

Ia menyebutkan, kegiatan-kegiatan penyelamatan yang selama ini sudah dilakukan akan terus berulang dan berulang kembali. "Sudah saatnya kini kita juga harus lebih fokus pada pembentukan persepsi dan perilaku masyarakat yang benar terhadap konservasi TSL dilindungi," katanya.

Untuk itu, kampanye dan pendidikan lingkungan mestinya dijalankan lebih masif lagi termasuk kepada generasi muda dan anak-anak sekolah. "Kedepannya diharapkan masyarakatlah yang akan menjadi pejuang-pejuang konservasi," tutupnya.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya