JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta pada kuartal I 2019 sebesar 6,23%. Dalam tiga bulan pertama 2019, ekonomi DKI Jakarta tumbuh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,95%.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta didukung oleh sektor informasi, komunikasi, jasa perusahaan dan keuangan. Adapun dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh pertumbuhan ekspor. Ekspor menyumbang 43,09% (yoy) dalam pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta.
Sebagai Ibukota negara dan pusat bisnis, ekspor selalu menjadi penyokong utama bagi pertumbuhan ekonomi. Bagi industri yang berorientasi ekspor, listrik menjadi salah satu hal vital dalam berproduksi. Mereka tidak akan bisa berproduksi tanpa jaringan listrik yang aman dan andal. Karenanya, World Bank memasukkan parameter kemudahan mendapatkan dan menikmati listrik dalam survey Ease of Doing Business (EoDB).
PLN Unit Induk Distribusi Jakarta (UID) Jakarta Raya menegaskan komitmennya untuk memberikan listrik yang aman dan andal mendukung industri yang berorientasi ekspor. Komitmen tersebut tercermin dalam pelayanan listrik kualitas premium dan premium ultra. PLN UID Jakarta Raya mendedikasikan layanan premium tersebut untuk kalangan bisnis dan industri.
Kelistrikan yang andal dan tanpa kedip tidak hanya dibutuhkan dalam industri yang menghasilkan output berupa barang. Industri yang berorientasi jasa seperti keuangan, hotel dan restoran, serta tempat wisata juga membutukan jaringan listrik andal. Tanpa jaringan listrik yang andal, sektor jasa tidak akan mampu memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggannya.