Meski demikian, Ujang mengakui sulit menemukan figur menteri seperti di era Soekarno pada zaman kekinian. Ia mengaku belum menemukan figur pembantu presiden ataupun tokoh yang betul-betul jujur dan bersih.
Hampir semua pejabat yang menjadi menteri diduga banyak memiliki kasus. Semestinya, lanjut Ujang, kisah inspiratif para menteri di era Soekarno ini dapat menjadi motivasi agar menteri era Jokowi selanjutnya tidak mementingkan harta dan jabatannya semata.
“Tentu harus jadi inspirasi dan motivasi agar menteri-menteri era Jokowi tidak mementingkan harta dan jabatan semata. Tapi harus siap menderita dalam melayani masyarakat. Karena pada hakikatnya, pemimpin itu pelayan masyarakat,” jelas Ujang.
“Cari menteri yang bisa melayani. Bukan ingin dilayani. Jika sikap melayani itu ada pada menteri-menteri Jokowi, maka persoalan-persoalan yang ada akan bisa dituntaskan,” pungkas dia.
(Awaludin)