SEMARANG - Festival Cheng Ho 2019 tak hanya sukses memperkenalkan wisata budaya di Semarang, tapi juga wisata alamnya. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Goa Kreo di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati.
Goa Kreo tak kalah keren dari Bali Sacred Monkey Forest di Ubud, yang pernah dikunjungi selebritis Hollywood Paris Hilton dan Julia Roberts. Selain menjadi tempat tinggal kera ekor panjang, suguhan alam berupa perbukitan dan Waduk Jatibarang menjadi daya tarik sendiri.
"Kera-kera ini seolah menyambut tamu yang datang ke obyek wisata. Lalu menyerbu untuk meminta makanan," terang Walikota Semarang Hendrar Prihadi.
Ratusan kera ekor panjang itu di sekitaran Goa Kreo sudah jinak. Malah suka bercengkerama dengan para pengunjung. Hewan tersebut menyebar di area obyek wisata seolah menemani para tamu yang datang.
"Tempatnya memang istimewa. Sambil menunggu Festival Cheng Ho, travellers bisa menyempatkan ke sana. Saya jamin, pasti banyak keseruan yang didapat,” timpal Kadisparbud Kota Semarang Indriyasari.
Menurut Indriyasari, lokasi Goa Krea tak begitu jauh dari Kota Semarang. Jaraknya sekitar 13 kilometer dari Bandara Ahmad Yani. Goa Kreo bisa diakses dari Semarang juga Ungaran.
"Melaju saja ke arah Manyaran lalu ambil arah pasar Gunungpati. Nanti akan ketemu gapura Goa Kreo di pinggir jalan sebelah kanan. Dari arah Ungaran juga menuju Gunungpati. Sampai pertigaan pasar Gunungpati belok kanan. Sekitar 3 Km ketemu gapura Goa Kreo masuk ke kiri," tambah wanita yang akrab disapa Iin itu.
Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana CoE Kemenpar Esthy Reko Astuty, menilai Goa Kreo memiliki dua daya tarik bagi wisatawan. Pertama yakni banyaknya kera di sana dan yang kedua, tempat tersebut sangat cocok bagi pelancong yang menyukai fotograpi.
"Pertama, destinasinya menjadi sarang ratusan kera liar. Jika beruntung, pengunjung bisa mengajak berfoto selfie. Nomor duanya, surganya fotografi. Dari mulai kera, tekstur batu doa, jembatan gantung, sampai bendungan air Waduk Jatibarang, semuanya sangat instagramable," akunya.
Keistimewaan lainnya, wisata Goa Kreo dilengkapi dengan fasilitas yang membuat betah pengunjung. Seperti warung makan, ayunan, papan luncur, gazebo pandang, area parkir yang luas, tempat ibadah, dan kamar mandi.
Menpar Arief Yahya menyebut 60 persen wisman ke Indonesia karena culture atau ingin merasakan atmosfer budaya lokal. Sisanya, 35 persen faktor alam atau nature dan 5 persen man made atau wisata yang di-create orang, seperti sport event, MICE, show music dan lainnya.
“Goa Kreo di Semarang adalah kombinasi yang sempurna. Naturenya keren, ramah keluarga, juga instagramable. Wisatawan yang ke sana pasti suka dengan suasana alam tropis di Goa Kreo,” ujarnya.
(Risna Nur Rahayu)