"Kita juga sudah berkoordinasi dengan daerah untuk memastikan akses yang mudah. Penambahan penerbangan akan diberlakukan jik memang perlu. Amenitasnya juga sudah cukup, jadi wisatawan akan semakin mudah mencari penginapan di Wamena selama acara berlangsung," katanya.
Sementara itu Ketua Tim Pelaksana CoE Kemenpar Esthy Reko Astuty pun mengajak wisatawan untuk menyaksikan FLB 2019. Festival ini menjadi garansi besar kekuatan budaya Tanah Mutiara Hitam. Akan ada 40 distrik dengan seribu lebih partisipan yang siap beraksi pada festival ini. Lokasi perhelatannya pun di set lebih dekat. Sehingga wisatawan tak perlu tepot menuju lokasi acara.
"Kalau ke Papua belum berkunjung dan menyaksikan FLB di Wamena itu bagai makan nasi tanpa garam. Rasanya hambar. Rugi kalau tidak datang melihat masyarakat asli sana, seperti Suku Dani yang terkenal," kata Esthy.
Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengatakan, Festival Budaya Lembah Baliem termasuk ikon pariwisata Papua. Sebab, event ini dilaksanakan sejak tahun 1989.
“FBLB adalah warisan budaya masyarakat Suku Hubula di Kabupaten Jayawijaya dan merupakan salah satu festival budaya tertua di Indonesia. Festival ini menampilkan beragam budaya Suku Hubula. Diantaranya prosesi kelahiran, inisiasi atau pendewasaan, pernikahan, pekerjaan, kematian dan perang-perangan serta cara memasak tradisonal bakar batu,” katanya.
(Risna Nur Rahayu)