BENGKULU - Daerah dengan tatanan tektonik atau lempeng luas yang memiliki mekanisme pergerakan rata-rata sesar naik, Provinsi Bengkulu kerap dilanda banyak gempa besar dengan kedalaman dangkal maupun sedang.
Daerah yang memiliki 10 kabupaten/kota ini didominasi gempa dengan mekanisme sesar naik. Khusus Bengkulu, terdapat dua segmen subduksi. Megathrust Mentawai-Pagai dan megathrust Enggano.
Dua segmen itu menjadi generator utama gempa-gempa megathrust di wilayah Bengkulu. Setiap segmen memiliki potensi kekuatan gempa maksimum yang berbeda. Di segmen megathrust Mentawai-Pagai, kekuatan maksimum gempa wilayah ini mencapai M8.9. Sementara pada segmen Enggano kekuatan maksimum-nya sedikit lebih kecil, M8.4.
Ancaman gempa di daerah yang berbatasan langsung dengan samudera hindia ini dari BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang Bengkulu bakal membangun lima shelter penjaringan perapatan Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS).
Baca Juga: Pandeglang Tetapkan Tanggap Darurat Bencana Pasca-Gempa 6,9 M
Shelter InaTEWS tersebut di bangun di empat daerah di provinsi berjuluk ''Bumi Rafflesia''. Seperti di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Seluma dan Kabupaten Kaur.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang Bengkulu, Litman mengatakan, shelter InaTEWS tersebut dilengkapi seismograf atau alat untuk mengukur gempa atau getaran yang terjadi pada permukaan bumi.
Pemasangan seismograf tersebut, sampai Litman, dipasangan di setiap shelter InaTEWS di empat daerah di Bengkulu. Untuk di Mukomuko, terang Litman, dibangun satu unit bangunan shelter. Tepatnya, kawasan rumah karyawan PT Agro Muko di Kecamatan Air Dikit.
Baca Juga: Jokowi Ajak Masyarakat Selalu Waspada dengan Bencana Alam
Lalu, di Bengkulu Utara di bangun dua unit, terdapat di Desa Padang Jaya dan Desa Marga Sakti, Kecamatan Padang Jaya. Kemudian, di kantor camat Ulu Talo, Kabupaten Seluma, satu unit.