Baca Juga: Cerita Enzo Allie Bercita-cita Jadi Prajurit TNI yang Saleh
Terkait adanya informasi itu Supiadin mengungkapkan, TNI perlu mendalami soal latarbelakang remaja tersebut dan keluarganya. Begitu juga dengan laporan masyarakat yang beredar.
"Kalau nanti dikemudian hari selama mengikuti pendidikan taruna ternyata ada laporan-laporan negatif tentang yang bersangkutan, maka yang bersangkutan bisa saja dibatalkan atau dikeluarkan dari pendidikan," paparnya.
Namun Supiadin meyakini bahwa, TNI melakukan seleksi yang sangat sangat ketat dan selektif dalam memilih prajuritnya. Mulai dari tes kesehatan, test akademi, tes jasmani dan tes psikologi serta test mental ideologi.
"Pertama kali dilakukan tes kesehatan dan kalau tidak lulus maka yang bersangkutan tidak mungkin bisa mengikuti tes-tes selanjutnya," tukasnya.
(Edi Hidayat)