Sementara Kepala Lapas Perempuan Kelas II Q Malang Ika Yusanti berharap dengan keterampilan yang didapat Tini selama di lembaga pemasyarakatan membuat mampu mandiri dan menghidupi anak-anaknya.
"Kalau pulang tetap perlu menghidupi anak-anak. Harapannya dengan belajar buat kue bisa berusaha untuk membantu perekonomian keluarga," ungkap Ika.
Baca juga: Kelompok Ali Kalora Diduga Terlibat Pengeboman di Gereja Filipina
Ia mengisahkan, selama menjadi penghuni Lapas Kelas II, Tini sudah bisa bergaul dengan sesama warga binaan lainnya. Meski demikian, Tini masih membatasi akses pergaulan dengan lawan jenis dan absen saat upacara bendera.
"Ya selama ini memang belum bergaul dengan lawan jenis dan belum ikut upacara. Tapi sudah ada kemajuan pesat. Dulu kalau keluar sel gitu, dia masih pakai cadar. Lama-lama akhirnya dia buka cadar karena lainnya perempuan semua," cerita Ika.
Baca juga: Satgas Tinombala Tangkap Pemasok Makanan ke Jaringan Ali Kalora
Dia berharap pula pascabebas, Tini tidak lagi mengikuti jejak suaminya ke gunung. "Saya harap nanti tinggal di kota sajalah. Tidak usah ikut suami lagi ke gunung," tuturnya.
(Hantoro)