Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuty, mengatakan jika Tari Ma’zani sebenar bukan hanya ditujukan untuk orang tua.
“Permasalahannya, regenerasi Tari Ma’zani cukup lambat. Sehingga lebih banyak orang tua yang memainkannya. Lewat TIFF, generasi muda diingatkan lagi mengenai tarian ini. Bahkan, diabadikan melalui rekor MURI,” ujar Esthy.
Ia berharap lewat cara ini Tari Ma’zani bisa semakin diterima generasi muda. Karena, generasi muda inilah yang akan melestarikannya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengutarakan hal yang sama. Menurutnya, budaya daerah harus dijaga. Dan terus dilestarikan.
“Budaya itu semakin dilestarikan, semakin mempunyai nilai. Semakin berharga. Oleh karena itu, pemecahan rekor MURI ini sangat bagus. Karena semakin banyak orang yang mengenal Tari Ma’zani. Dan ini akan membuatnya terus terjaga,” kata Menteri lulusan Telematika di University of Surrey itu.
(Fahmi Firdaus )