Kunjungi Bird Watching Rhepang Muaif, Deputi Kemenpar: Potensinya Besar Sekali

, Jurnalis
Minggu 11 Agustus 2019 09:23 WIB
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Kemenpar, Rizki Handayani/kiri (Foto: Kemenpar)
Share :

Menurutnya, wisatawan yang biasa berkunjung ke sini adalah turis mancanegara. Mereka adalah para peneliti, fotografer, dan penikmat alam. Mereka biasanya menginap, karena pengelola memang menyediakan fasilitas penginapan. Saat ini, tersedia 18 kamar dengan daya tampung dua orang per kamar.

Alex mengungkapkan, kehadiran Bird Watching ini memberikan kontribusi pendapatan bagi masyarakat adat yang memiliki kawasan hutan. Untuk setiap paket wisata dikenakan biaya Rp1,3 juta/orang/malam. Biaya itu sudah termasuk guide dan makan.

"Kami melibatkan warga setempat menjadi pemandu wisata ke lokasi untuk melihat burung cenderawasih. Ada juga staf penginapan dan penjual aneka kuliner khas Papua. Mereka tak perlu lagi menebang kayu dan dijualnya kepada perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan uang," tutur Alex.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jayapura Joko Sunaryo menyatakan, hadirnya wisata Bird Watching ini membuat warga dan wisatawan tak perlu lagi ke Kepulauan Yapen untuk melihat burung cenderawasih.

“Kami sangat mengapresiasi Bird Watching ini. Semoga pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pariwisata turut mendukung keberadaan destinasi tersebut,” harapnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menjelaskan, Papua memang sangat cocok sebagai daerah ekowisata. Ini adalah spesial interes, dimana para pecinta alam bisa menikmati beragam flora dan fauna dengan puas. Belum banyak orang yang membeli paket wisata seperti ini, meskipun sebenarnya sudah lama ada.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya