JAKARTA - Brigadir Polisi (Brigpol) Anumerta Hedar meninggal setelah menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) di Kabupaten Puncak, Papua. Ia sempat disandera, sebelum akhirnya ditembak kepalanya.
Kepala Biro Penerangan Masyarkat (Karo Penmas Divisi Humas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Hedar memiliki sederet prestasi. Ia sangat aktif dalam satgas pengungkapan kasus yang melibatkan KKSB Papua.
Pada 3 Mei 2019, kata Dedi, Briptu Hedar berhasil melakukan aksi penggalangan terhadap jaringan Senmu Ilaga atas nama Amole dan mendapatkan 2 pucuk senjata api (senpi) laras panjang dan 1 pucuk senpi pendek beserta amunisi.
"Aksi pembebasan sandera warga Papua dan non-Papua oleh KKSB Tembagapura di Kampung Banti, Distrik Tembagapura pada 11 November 2017," kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/8/2019).
Baca Juga: Sibuk di Luar, Menhan Belum Dengar Briptu Hedar Dibunuh KKSB Papua
Aksi penangkapan terhadap Yogor Telenggen, KKSB Lanny Jaya di Kampung Usir, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya pada 12 Mei 2018. Penangkapan terhadap Wuyungga Tabuni, KKSB Lanny Jaya di Kampung Usir, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya pada 1 Agustus 2018.