Keren! Menyulap Medan Gerilya Selomartani Sebagai Desa Wisata Perjuangan

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Sabtu 17 Agustus 2019 15:46 WIB
Foto: Kemenpar
Share :

"Direncanakan, dalam jalur wisata ini, para wisatawan akan melihat visualisasi pertempuran di pertigaan dusun Sambiroto antara Gerilyawan MA-Yogya dengan Pasukan Belanda, mengakibatkan gugurnya Vaandrig Cadet Abdoel Djalil dan disitanya buku harian Abdoel Djalil oleh tentara Belanda yang berisi informasi lokasi markas-markas gerilyawan MA-Yogya," paparnya.

Sementara itu di Markas Gerilya di Dusun Kledokan direncanakan akan dijadikan Museum berisi artefak MA-Yogya. Dalam perjalanan untuk mencapai markas Kledokan, para wisatawan nantinya akan menyusuri jalur gerilya dan disuguhi pemandangan alam pedesaan yang indah, dengan pemandangan Gunung Merapi serta disuguhi kesenian budaya masyarakat sekaligus kuliner versi gerilyawan kala itu.

Pada jalur gerilya Gatak – Plataran, divisualisasikan suasana penyerbuan Pasukan Belanda ke Desa Selomartani, pada 24 Pebruari 1949 pagi hari, dibakarnya lumbung padi Gatak dan pertempuran Plataran yang mengakibatkan gugurnya para perwira remaja dan taruna MA Yogya serta Tentara Pelajar.

Di dusun Plataran telah berdiri Monumen Perjuangan Taruna yang diresmikan pada tahun 1977 lalu. Direncanakan, di Monumen ini akan di bangun Museum guna memvisualisasikan suasana pertempuran Plataran, gerakan Pasukan MA Yogya dan gerakan Pasukan Belanda, serta artefak, peta pertempuran, koleksi senjata, pesawat “cocor merah” P-51 Mustang AU Belanda dan pesawat capung pemantau milik AU Belanda.

Disepakati, penyusunan masterplan destinasi wisata perjuangan Desa Selomartani harus sudah selesai pada Oktober 2019 dan masuk kedalam Master Plan Pengembangan Destinasi Wisata Borobudur – Yogyakarta – Prambanan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya