"Tapi kemudian muncul hoaks. Mengenai ada kata-kata yang kurang etis dari oknum tertentu. Ada juga hoaks seolah-olah ada adik kita dari Papua yang meninggal, padahal tidak. Ini ada yang mengembangkan berkembang di Manokwari, di Jayapura dan kemudian terjadi mobilisasi massa," ungkapnya.
Baca Juga: Kerusuhan di Manokwari, MUI Imbau Masyarakat Tenang dan Jangan Terprovokasi
Tito minta kepada masyarakat yang ada di Papua jangan mudah terpancing dan terprovokasi dengan berita-berita yang tidak benar. Sedangkan untuk masyarakat di luar Papua, termasuk di Jatim ini perlakukan warga Papua sebagai bagian dari anak bangsa.
"Papua adalah saudara kita sendiri. Jadi kita pikir komunikasi perlu dijalin masyarakat jangan terpancing. Baik yang di Papua maupun di luar papua jangan mau diadudomba atau terpancing dengan informasi yang tidak benar," kata Kapolri.
(Angkasa Yudhistira)