"Waktu itu kemarin terjadi karena ada penurunan bendera merah putih di asrama itu. Jadi kemudian ada organisasi masyarakat yang meminta kepolisian untuk melakukan tindakan itu. Jadi tidak benar kalau ada pengusiran itu," jelasnya.
Baca juga: Kerusuhan di Papua Barat Meluas, Kepala Suku Turun Tangan Kendalikan Massa
Meski demikian, ia memohon maaf apabila ada kesalahan yang terjadi di Surabaya. Namun ia membantah terjadi pengusiran anak Papua di kotanya. Risma mengajak masyarakat kembali bersatu dan tidak terpancing emosi atas insiden ini.
"Mari sekali lagi kita jaga. Kita akan rugi semua, sayang sekali selama ini kita udah bangun dengan susah payah kemudian hancur begitu saja hanya karena emosi kita. Saya pikir itu tidak perlu. Kalau memang itu ada kesalahan di kami di Surabaya, saya memohon maaf. Tapi tidak benar kalau kami dengan sengaja mengusir, tidak ada itu," pungkas Risma.
(Awaludin)