Karenanya perlu semacam diskusi bersama sehingga problem ketidakadilan, persepsi bagaimana yang muncul ini harus dijernihkan bersama. Jangan sampai ada di disorsi bahwa masyarakat yang ada di Papua itu merasa di marjinalisasikan.
"Ini memang tantangan pada kita bahwa Pancasila bukan ideologi yang memberikan ruang bagi orang yang dendam, tapi Pancasila memberikan ruang bagi kita bahwa Indonesia bukan untuk orang Jawa saja, bukan hanya untuk orang Sumatera saja tetapi juga bukan untuk orang Papua saja. Indonesia adalah untuk kita semua," tandasnya.
Baca Juga: Demo Papua Meluas, Kericuhan Sempat Terjadi di Bandara dan Lapas Sorong
Dan proses integrasi pikiran dan sikap inilah lanjut Hariyono yang harus diakui itu belum maksimal di masyarakat. Untuk itulah salah satu tugas BPIP adalah bagaimana Pancasila itu bisa menjadi lagu hidup. Sehingga di beberapa tempat juga temukan saudara dari daerah NTT atau bahkan sebagian Papua untuk cari kost saja juga susah.
"Memang itulah yang diperlukan yakni sebuah dialog bahwa perilaku yang dipengaruhi oleh budaya dan kebiasaan itu tidak bisa langsung adaptasi sesaat. Diperlukan dialog-dialog bahwa perjumpaan budaya itu yang justru akan membawa kita semua akan lebih baik," pungkasnya.
(Fiddy Anggriawan )