Pemuda Papua, Yerangga mengakui sikap diskriminasi dan penghinaan atas ras sering diterima warga Papua, karena selama ini negara terkesan membiarkan aksi rasialisme terjadi. Kejadian di Surabaya adalah yang kesekian kalinya serangan rasis mereka dapati.
"Ini bukan kali pertama. Sebelumnya ada oknum aparat yang menyebut kami monyet," ucapnya.
Menurut Yerangga, umpatan kata binatang kepada mahasiswa Papua di Surabaya sangat menyakitkan.
"Percuma Presiden Jokowi pergi pulang balik karena kami dianggap seperti monyet, Jangan ada lagi diskriminasi terhadap masyarakat Papua. Kami dihina monyet, tapi harta dan kekayaan alam kami diambil semua. Ini kami dibunuh secara perlahan karena kami dianggap seperti monyet," jelas Yerangga dengan nada tinggi.
(Salman Mardira)