"Itukan sudah jelas cemarahnya di dalam masjid, artinya itu khusus untuk umat Islam. Bagaimana cara sudut pandang Islam memadangnya, itu yang dipaparkan UAS," imbuh Abu.
Baca juga: MUI Undang UAS Bahas Ceramah yang Dituduh Menodai Simbol Agama
Selain itu, Abu juga menyikapi munculnya cemarahnya tiga tahun lalu, mengapa dipermasalahkan sekarang. "Video itukan sudah lama, mengapa baru dihebohkan sekarang. Ini ada apa. Persatuan dan kesatuan bangsa harus diutamankan," imbuhnya.
Selain dari dewan masjid, Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau juga sudah mengeluarkan sikapnya mendukung UAS. LAM Riau siap mendampingi UAS jika proses hukum dilakukan. Sejumlah tokoh adat Melayu Riau juga mempertanyakan pihak-pihak yang melaporkan dosen Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
(Awaludin)