"Kalau pemekaran di tingkat dua banyak DAU dari pusat banyak, Jawa Timur dan Jawa Barat DAU-nya bisa beda Rp 15 triliun karena di sana 38 dan di kita 27, padahal penduduk kita lebih banyak," ungkap Emil.
Oleh karena itu, wacana yang digulirkan oleh Bima Arya belum suatu kebutuhan yang mendesak. Yang terpenting, memekarkan daerah tingkat dua agar pelayanan publik juga lebih dekat dan merata.
"Jadi tidak urgensi, urgensinya perbanyak daerah tingkat dua dan desa-desa dimekarkan. Sehingga pelayanan publik lebih dekat," tutup Emil.
(Khafid Mardiyansyah)