"Kita konsolidasikan. Kita kerja dua bulan, liat hasilnya, jangan kecolongan. Salah satu yang paling sulit di Golkar adalah mengenali konsistensi dari pejabat publik yang ada di Golkar," tuturnya.
Menurut Airlangga, yang paling penting di Golkar adalah bersikap sabar. Dengan begitu antar sesama kader tidak saling memecah belah.
"Yang paling penting di Golkar ini sabar-sabar dulu, jangan kita tidak sabar. kita sudah mengalami dua-tiga munas luar biasa (munaslub) perpecahan. Ini waktunya kita konsolidasikan. Kita tidak ingin dikerdilkan dengan yang lain," jelas Airlangga.
Menutup pidatonya, Airlangga pun membacakan pantun di hadapan pendukungnya. Berikut pantun yang dibacakan Airlangga: