Soal Permasalah di Papua, Mahasiswa Diajak Satukan Semangat Kebangsaan

Fahreza Rizky, Jurnalis
Sabtu 24 Agustus 2019 22:27 WIB
Aksi Damai Mahasiswa Papua di Jakarta (foto: Okezone.com/Arif Julianto)
Share :

JAKARTA - Pasca-Pemilu 2019 problematika yang dihadapi oleh bangsa Indonesia masih tetap memanas. Salah satunya soal dugaan rasisme yang terjadi terhadap mahasiswa Papua.

Oleh karena itu, Ketua Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) DKI Jakarta, Daud Gerung mengajak mahasiswa untuk mengembalikan semangat kebangsaan dan semangat demokrasi yaitu nilai-nilai persaudaraan.

Baca Juga: DPR Akan Panggil Panglima TNI dan Kapolri Terkait Konflik Papua 

"Tentu melalui forum ini, kami mengajak dan mempertegas dasar-dasar kebangsaan kita demokrasi yang kita jalani ataupun kita anut sampai hari ini, basis kebangsaan kita pada umumnya yang kita anut adalah dibangun atas dasar persaudaraan", ungkap Daud usai seminar kebangsaan dengan tema Refleksi dan Proyeksi Demokrasi Pasca pemilu 2019 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Sabtu (24/8/2019).

 

Sementara Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan pasca Pemilu 2019 yang telah menguras banyak tenaga dan pikiran, harus ditindaklanjuti dengan mengisi kembali pembangunan.

Tidak bisa dipungkiri, di saat iklim ekonomi global sedang berfluktuatif, Indonesia tetap harus mempersiapkan investasi sumber daya manusia dan sumber daya alam dalam rangka berkompetisi di era globalisasi Revolusi Industri 4.0.

"Dalam keadaan apa pun, tentunya kita patut menggunakan prinsip 'The Show Must Go On'. Sebab kita yakin, kita memiliki keunikan dan keunggulan. Pasca Pemilu 2019, Indonesia juga masih memulihkan diri dari luka akibat gesekan horisontal. Akan tetapi, dalam waktu yang tak lama lagi, kita yakin para pemimpin negeri ini akan menjalin komitmen yang kuat merealisasikan tujuan-tujuan nasional," jelas dia.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menandaskan bangsa Indonesia tidak boleh larut dalam situasi yang stagnan. Pekerjaan memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia perlu lebih dulu diutamakan sebagaimana amanat konstitusi yang berlaku.

Baca Juga: Konflik Papua Tak Cukup dengan Minta Maaf, Kasus Hukumnya Harus Tuntas 

Karena itu, Indonesia harus fokus dan tegas menghadapi tugas yang lebih besar, yakni menciptakan pembangunan Indonesia yang holistik. 

"Pembangunan holistik tidak tergambarkan sebagai pembangunan material yang serentak dan sekaligus dalam biaya yang tak terhingga. Ia justru bertahap dan teratur, namun menembus hal-hal yang subtansial, yakni mengubah hal-hal negatif menjadi positif. Pembangunan holistik menyasar kepada penguatan paradigma bangsa. Mengubah pikiran lebih terbuka, terekat dalam perasaan membangun, dan terdorong oleh rasa kejujuran dan keadilan tinggi," ucap Bamsoet.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya