Ketegangan masih ada antar dua kelompok, meletuskan Perang Kedua Kappel dua tahun kemudian.
Namun mitologi sup sudah mulai melekat, dan telah terbukti menjadi katalisator diplomasi Swiss sejak saat itu.
"Saat ini ketika para politisi atau anggota dewan memiliki perselisihan, sup itu masih disajikan," kata Wey-Korthals.
Saat ini, lokasi perundingan diabadikan dengan dibangunnya monumen Kappeler Michsuppenstein. Itu berdiri di samping biara kota, di atas bukit yang menghadap Danau Zug.
Sebuah lukisan terkenal tahun 1869 oleh pelukis nasional Swiss, Albert Anker yang terpajang di Museum Kunsthaus di Zurich menggambarkan pemandangan perundingan tersebut.
Terlihat dalam lukisan dua pasukan dengan baju prang berbeda bermalas-malasan di sekitar mangkuk sup yang besar, senjata-senjata berserakan di sekeliling mereka sambil menyantap sup perdamaian mereka.
Milchsuppe sendiri tertanam dalam jiwa nasional Swiss, simbol yang cocok untuk negara dengan reputasi netralitas dan kompromi.
"Semua negara sedikit memoles sejarah mereka, dan kami telah melakukan hal yang sama—kami telah mengubah sup menjadi ikon nasional,” Wey-Korthals.
(Rachmat Fahzry)