Baca Juga: Polisi Periksa 21 Saksi Kasus Ujaran Rasis ke Mahasiswa Papua
"Masyarakat (jangan,-red) terprovokasi terhadap pasukan-pasukan, sekelompok orang yang akan memanfaatkan situasi seperti terjadinya kericuhan, dan tindakan anarkis lainnya," ungkap Dedi.
Sebelumnya diberitakan, aksi tersebut awalnya berjalan dengan aman dan damai, namun setelah ada ribuan masyarakat yang datang dengan membawa senjata tajam seperti panah kericuhan pun tak terhindarkan. Alhasil anggota menjadi korban.
(Fiddy Anggriawan )