Aktivis Sebut 6 Warga Tertembak dalam Demo di Deiyai Papua

Achmad Fardiansyah , Jurnalis
Rabu 28 Agustus 2019 17:23 WIB
Massa turun ke jalan di Manokwari, Papua Barat memprotes tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Jawa hingga berujung rusuh (Okezone/Istimewa)
Share :

JAKARTA – Unjuk rasa massa di sekitar Kantor Bupati Deiyai, Papua, Rabu (28/8/2019), diwarnai kerusuhan. Aktivis Pusat Studi Masyarakat Adat (Pusaka), Benard Agapa menyebutkan menurut informasi diperolehnya adan enam warga diduga tertembak dalam aksi itu.

"Pas saat tiba di Kantor (Bupati Deiyai), ada yang ditembak," kata Benard di Kantor Kontras, Jalan Kramat Raya II, Senen, Jakarta Pusat.

Belum diketahui bagaimana kondisi pengunjuk rasa yang tertembak tersebut. Benard yang merupakan aktivis Papua mengaku kesulitan mengakses informasi lanjutan ke provinsi itu karena internet masih diblokir pemerintah.

"Saya belum dapat kronologis secara utuh karena akses internet di sana mati," ujar Benard.

Demo di Deiyai hari ini memprotes tindakan rasisme dan diskriminasi terhadap mahasiswa Papua di Jawa Timur. Mereka mendesak pelaku ditindak.

"Masyarakat ingin pelaku rasis dihukum secara terbuka, jika tidak masyarakat ingin referendum," ujarnya.

Benard Agapa (kanan) di Kantor Kontras (Achmad/Okezone)

Sementara ini belum ada pernyataan resmi dari kepolisian terkait ada warga yang tertembak dalam demo di Deiyai.

Baca juga: Amankan Demo di Papua, 1 TNI Tewas dan 5 Polisi Terluka Kena Panah

Polri baru merilis bahwa ada seorang anggota TNI meninggal dunia dan lima polisi luka-luka terkena panah saat mengamankan demo tersebut.

"Satu anggota TNI AD gugur, dan 5 anggota polisi terluka akibat anak panah," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Jakarta.

"Saat ini sedang proses evakuasi, dan aparat kemaann TNI-Polri berupaya semaksimal mungkin mengendalikan situasi kamtibmas di Deiyai."

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya