JAKARTA - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memindahkan ibu kota ke dua wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim), beberapa diantaranya, pengamat lingkungan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), dan Greenpeace Indonesia.
Menurut Manajer Kampanye Keadilan Iklim Eksekutif Nasional Walhi Yuyun Harmono pemindahan ibu kota tanpa memperhatikan perlindungan terhadap lingkungan hanya akan memindahkan masalah-masalah dari Jakarta ke daerah ibu kota baru tersebut.
Pasalnya, Yuyun menilai kalau sampai saat ini, ekonomi di Indonesia masih menggunakan sumber daya alam bahan eksploitasi untuk menumbuhkan perekonomian. Hal itu yang kemudian dikhawatirkan terjadi di wilayah ibu kota baru.
"Khususnya di Kalimantan, itu pusat eksploitasi sumber daya alam, khususnya adalah tambang batu bara. Jadi ada persoalan lingkungan hidup yang eksisting di pulau itu, yang juga seharusnya dijawab," ujar Yuyun kepada Okezone.