Selain penangkapan, kata Arif, polisi diduga mulai mendatangi asrama-asrama Papua untuk melakukan sweeping tanpa alasan yang jelas. Ia menyesalkan adanya penangkapan tersebut lantaran dinilai sebagai satu diskriminasi terhadap orang Papua.
"Hal ini jelas berbahaya bagi demokrasi. Selain dapat mengarah pada diskriminasi etnis, hal ini juga dapat meningkatkan tensi yang akan berujung membahayakan keselamatan warga sipil," tukasnya.
(Salman Mardira)