JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko belum mengetahui secara pasti pemberitaan yang menyebutkan bahwa sebanyak tujuh warga sipil Papua tewas saat menggelar aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan di Pemkab Deiyai.
"Nanti saya cek ya," kata Moeldoko di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/9/2019).
Moeldoko juga enggan menjawab soal adanya penambahan pasukan TNI-Polri untuk menjaga kondusifitas di Bumi Cendrawasih termaksud total jumlah korban dalam kerusuhan di Papua dan Papua Barat.
"Mungkin saya enggak bisa jawab dulu ya, karena ini kebijakan dari kemarin rapat terbatas, supaya satu pintu, biar Pak Wiranto yang bicara. Tapi dari sisi pengerahan kekuatan, dari sisi perkembangan situasi sekarang seperti apa biar satu pintu saja, Pak Wiranto," paparnya.
Moeldoko mengaku hanya bertugas untuk membantu komunikasi yang konstruktif guna menuju kondisi yang stabil. Menurut dia, situasi Papua semakin buruk karena adanya berita hoaks.
"Seperti kemarin 6 orang sipil diberondong oleh polisi TNI, itu New York Time ngomong begitu, terus Reuters ngomong begitu. Kan nggak benar gitu. Setelah saya konfirmasi, saya ngomong baru dia ralat," ujarnya.