JAKARTA - Beberapa pengurus DPP Partai Golkar melakukan pertemuan untuk kembali mendesak adanya rapat pleno di partai berlambang pohon beringin ini.
Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan pertemuan terjadi lantaran sebelumnya beberapa kader berusaha untuk datang ke kantor DPP Golkar guna menanyakan perihal rapat pleno yang belum dilaksanakan hingga sekarang.
Namun sayang, usaha tersebut sirna usai mereka tak bisa masuk ke dalam lantara pintu gerbang sudah dikunci, lalu dijaga oleh oknum AMPG dan aparat Kepolisian.
"Niatnya mulia, meminta konfirmasi sekali lagi kepada Ketua Umum dan Sekjen tentang kapan dilaksanakan pleno DPP Partai Golkar,"kata Nusron di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (4/9/2019).
Nusron mengatakan desakan para kader untuk segera digelar rapat pleno karena mengacu kepada surat keputusan npmor 148 tahun 2016 yang dimana rapat pleno harus dilakukan setidaknya dua bulan sekali dan rapat harian dilaksanakan satu bulan sekali.
"Kita terkahir rapat pleno bulan Desember 2018, sekaligus rapat persiapan pileg," ujar Nusron.
Selain itu, Nurson menegaskan mengapa banyak kader Golkar ingin rapat pleno lantaran banyak agenda yang penting sehingga membutuhkan keputusan bersama. Seperti penentuan Alat Kelengkapan Dewan, konsolidasi hingga evaluasi pasca Pilpres dan Pileg.