"Awal musim hujan 2019/2020 diprakirakan lebih lambat 1-2 dasarian (10-20 hari)," ucapnya.
Reni mengimbau kepada masyarakat agar dapat mengantisipasi kekeringan meteorologis yang terjadi dengan bijak mengelola ketersedian air yang ada. Hal itu disebabkan ketersediaan air tanah berkurang.
"Untuk petani harus bijak menentukan pola tanam dan menentukan masa tanam. Sementara bagi masyarakat umum agar menghemat air bersih, karena ketersediaan air tanah berkurang. Tidak lupa menjaga stamina serta kesehatan pada musim kemarau, udara lebih dari pada biasanya," pungkasnya.
(Awaludin)