Pertama adalah membangun konektivitas bebasis rel ke pusat kota melalui pembangunan kereta lokal yang menyambungkan Stasiun Tegalluar ke Stasiun Cimekar. Hal itu dilakukan sebagai upaya membangun konektivitas kereta api cepat Jakarta-Bandung.
“Kemudian mengaktifkan kembali jalur rel kereta api. Dari rencana 4 (empat) jalur, pemerintah sudah hampir selesai mengaktifkan kembali jalur Cibatu-Garut-Cikajang yang akan diujicobakan tahun ini tahap I sampai St.Garut. Sepanjang jalur itu, ada tiga stasiun yang kami rehabilitasi,” katanya.
Berikutnya yang sedang dijajaki adalah reaktifasi Rancaekek-Tanjungsari yang nanti ke depan lanjut ke Kertajati. "Kami akan bantu PT KAI untuk proses penertiban jalurnya," sambung dia.
Ketiga rute Bandung-Ciwidey, selanjutnya Banjar-Pangandaran-Cijulang. "Selain itu juga direhabilitasi jalur Cianjur-Sukabumi-Padalarang. Awal tahun depan bisa terkoneksi,” ujarnya.
Dengan Transportasi Juara, Hery optimistis kemandirian transportasi Jabar juara dapat terwujud. “Kita harus mandiri sebagai individual entity provinsi, memiliki simpul transportasi utama yang representatif baik pelabuhan utama maupun bandara utama, untuk maju secara optimal,” tutupnya.
(Fiddy Anggriawan )