Setelah uang 15 ribu dollar Singapura itu dikonversikan menjadi rupiah, Helmi Kurniawan kemudian mengembalikan lagi uang tersebut kepada Kivlan Zen. Kivlan sempat mengambil Rp6,5 juta dari total uang tersebut. Kemudian sisanya yakni Rp145 juta diserahkan lagi kepada Helmi Kurniawan untuk mengganti pembelian senpi laras pendek dan memerintahkan untuk segera mencari senpi laras panjang kaliber besar.
"Selanjutnya Helmi Kurniawan menyerahkan uang juta kepada Tajudin untuk biaya operasional survei dan pemantauan guna memata-matai Wiranto dan Luhut Binsar Panjaitan," tukas jaksa.
Selanjutnya, Helmi Kurniawan menghubungi saksi atas nama Adnil untuk memesan dua pucuk senpi laras pendek dan dua pucuk senpi laras panjang berkaliber besar. Satu pucuk senpi laras pendek jenis Mayer warna hitam kaliber 22mm seharga Rp5,5 juta.
Satu pucuk senpi laras pendek jenis revolver kaliber 22mm beserta empat butir peluru seharga Rp6 juta. Lalu satu pucuk senpi laras panjang rakitan kaliber 22 mm seharga Rp15 juta.
(Khafid Mardiyansyah)